Konselink

Tim Konselink

Dibangun oleh Guru BK yang masih mengajar, bersama engineer yang membangunnya.

Sebagian besar software sekolah dibuat oleh orang yang belum pernah duduk di ruang BK. Konselink lahir dari arah sebaliknya: dua di antara kami menjalani pekerjaan ini setiap hari, dan satu lagi menerjemahkannya menjadi perangkat yang bisa diandalkan.

Wahyu Mohamad Qomaruddin, Aditya Wikardiyan, dan M Zahid Yusron bekerja bersama di satu meja
Kiri ke kananWahyu Mohamad Qomaruddin · Aditya Wikardiyan · M Zahid Yusron

Siapa yang mengerjakannya

M Zahid Yusron

Guru Bimbingan Konseling

7 tahun praktik

Tujuh tahun mendampingi murid di ruang BK, sekaligus merancang asesmen dan meneliti pola perilaku murid — bagian yang menentukan apakah sebuah program layanan menjawab keadaan nyata atau sekadar memenuhi format.

  • Merancang asesmen dan menafsirkan hasilnya
  • Meneliti pola perilaku murid sebagai dasar program layanan
  • Membimbing ratusan murid lintas angkatan
  • Aktif di organisasi profesi Guru BK

Wahyu Mohamad Qomaruddin

Guru Bimbingan Konseling

4 tahun praktik

Empat tahun duduk berhadapan dengan murid satu per satu. Kekuatannya pada percakapan yang panjang dan sabar — jenis pendampingan yang tidak selesai dalam satu pertemuan, dan tidak pernah muat ditulis di satu kolom catatan.

  • Mendalami murid lewat konseling perorangan
  • Menyusun program BK tahunan dan semesteran
  • Menyiapkan laporan untuk sekolah dan pengawas
  • Aktif di organisasi profesi Guru BK

Aditya Wikardiyan

Software Engineer · CTO

9 tahun pengalaman

Sembilan tahun membangun software yang dipakai sehari-hari, dan memimpin tim teknis sebagai CTO di perusahaan lain. Yang dibawanya ke sini bukan sekadar kemampuan menulis kode, melainkan kebiasaan menjaga data orang lain.

  • Merancang arsitektur dan menjaga keandalan sistem
  • Memimpin tim software engineering sebagai CTO
  • Menangani keamanan data dan hak akses pengguna

Yang membedakannya

Kerahasiaan dibatasi per guru, bukan per sekolah

Dua Guru BK di satu sekolah tidak bisa melihat bimbingan satu sama lain. Aturan ini hanya terpikirkan oleh orang yang pernah canggung menyimpan catatan konseling di komputer bersama.

Laporan mengikuti bentuk yang diminta sekolah

Kop surat dengan dua logo, blok tanda tangan kepala sekolah beserta NIP, rekap per periode maupun rentang tanggal — bentuk yang sudah dipakai di sekolah, bukan bentuk yang kami karang.

Paket gratisnya bukan versi terbatas

Mengabsen, mencatat kasus, dan mengelola kelas tetap bisa dilakukan tanpa membayar. Kami tahu sebagian besar Guru BK bekerja tanpa anggaran software.

Punya masukan untuk kami?

Kami masih menjalani pekerjaan yang sama dengan Anda, jadi masukan dari sesama Guru BK adalah bahan paling berharga untuk menentukan apa yang dibangun berikutnya.